WNA Bermasalah di Bali: Menko Luhut Bereaksi, Turis Rusia Dideportasi

Estimated read time 4 min read

Perilaku turis asing atau WNA di Bali belakang menjadi sorotan.

Selain disebut kerap tertangkap karena melanggar lalu lintas, mereka diduga bekerja secara ilegal.

Salah satu yang sudah terbukti dan ditindak adalah SR, seorang WNA pria asal Rusia.

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar mendeportasi SR karena telah menyalahgunakan izin tinggalnya di Indonesia dengan bekerja sebagai fotografer di Bali.

Dua WNA Diduga Hipnotis Kasir Pet Shop di Tangsel, Bawa Kabur Uang Rp 500 Ribu “Izin tinggal yang dimiliki SR yaitu visa kunjungan saat kedatangan (VoA) dengan masa berlaku 22 Februari 2023 sampai dengan 27 Maret 2023,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar Tedy Riyandi, Rabu, 8 Maret 2023.

Visa kunjungan saat kedatangan atau VoA merupakan izin tinggal yang diberikan oleh Indonesia kepada warga negara asing untuk tujuan wisata.

Untuk bekerja, WNA diwajibkan mengurus dan memiliki izin tinggal lain yang berbeda dengan visa wisatawan.

Antisipasi Turis Asing Bekerja Ilegal Seperti di Bali, Kemenkumham DIY Gencarkan Operasi “Saudara SR mengaku sebagai fotografer.

Dia menjadi fotografer di Bali, padahal SR ini visanya untuk berlibur.

SR ini mengunggah hasil fotonya di media sosial tepatnya Instagram,” kata Tedy.

Imigrasi Denpasar menjerat SR dengan Pasal 75 ayat 1 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Salah satu sanksinya adalah pemulangan paksa atau deportasi.

SR pun telah dipulangkan ke negaranya pada Kamis, 9 Maret lalu.

Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali Barron Ichsan menyampaikan sepanjang Januari hingga pekan kedua Maret 2023,ada 22 WNA di Bali yang ditindak oleh Imigrasi karena melanggar aturan administrasi keimigrasian.

Dari jumlah itu, Barron menyebut WNA Rusia menjadi pelanggar terbanyak dengan jumlah lima orang.

“Selama awal 2023 ini ada 22 orang WNA yang terkena tindakan administrasi keimigrasian, 5 di antaranya warga negara Rusia, memang (kelompok itu) menjadi yang tertinggi,” kata Barron.

Meski begitu, Barron meminta masyarakat tidak berasumsi bahwa WNA Rusa di Bali adalah pelanggar aturan.

“Kita tidak boleh men-judge mereka jahat, karena sebetulnya ada warga negara lain yang juga melakukan pelanggaran di Indonesia,” kata dia.

Buat heboh di media sosial Akun Instagram @moscow_cabang_bali adalah salah satu akun media sosial yang mengunggah beragam aktivitas bisnis WNA di Bali.

Dalam akun tersebut, banyak unggahan yang berisi kegiatan promosi WNA yang menggeluti sejumlah pekerjaan di Bali, mulai dari menjadi instruktur senam, fotografer, jasa mentato hingga mengajarkan naik kendaraan WNA lainnya.

Akun itu pun menjadi viral dan mendapat respons soal keresahan serupa dari sejumlah warganet lain.

Bahkan, warganet sudah bereaksi dengan meminta pemerintah untuk turun tangan.

Sandiaga hingga Luhut bereaksi Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan akan memberikan tindakan tegas bagi WNA yang melakukan pelanggaran.

“Kemarin saya rapat dengan Pak Kapolda, Kemenkumham dan semua jajaran terkait untuk mengidentifikasi berbagai jenis pelanggaran yang dilakukan oleh warga negara asing di Provinsi Bali,” kata dia.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan Indonesia menyambut terbuka kedatangan turis asing, namun tetap akan bertindak tegas jika ada yang melanggar hukum.

“Kita sangat terbuka untuk wisatawan mancanegara, kita gelar karpet merah.

Tapi mereka harus mematuhi segala peraturan perundang-undangan, segala norma yang ada,” kata dia.

Menurut Sandiaga, pihaknya bersama Pemprov Bali akan melakukan sosialisasi kepada wisatawan perihal aturan ataupun norma yang berlaku di Indonesia.

“Kami akan meningkatkan sosialisasi agar para wisatawan mengerti secara detail apa yang kita harapkan dari perilaku mereka selama berwisata di Indonesia,” kata dia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Bali tidak membutuhkan wisatawan asing yang nakal dan melanggar aturan karena akan mengganggu ketertiban di Pulau Dewata.

“Kalau Bali ini dikotori turis-turis yang nakal dan banyak sampah, itu akan merusak Bali,” kata dia.

Luhut pun mendukung langkah dari Pemerintah Provinsi Bali untuk menertibkan wisatawan asing yang melanggar aturan hukum serta norma yang berlaku di Pulau Dewata.

“Pak Gubernur sudah tahu apa yang akan dia buat,” kata dia.

Pilihan Editor: Ramai WNA Diduga Bekerja Ilegal di Bali, Begini Respons Pemerintah

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours